Main Article Content

Abstract

Post partum blues merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan biasanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga dua minggu sejak kelahiran bayi. Jenis persalinan juga diketahui sebagai pemicu munculnya gejala post partum blues.  Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Dr. MM. Dunda Limboto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis persalinan terhadap kejadian post partum blues. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan Deskriptif analitic dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian purposive sampling 38 subjek. Berdasarkan hasil penelitian hasil p-value sebesar 0,005 < α 0,05; X2 hitung 7,758 >X2 tabel 3,841. Artinya ada pengaruh jenis persalinan terhadap kejadian post partum blues.

Keywords

Post Partum Persalinan Blues

Article Details

Author Biographies

Rizky Nikmathul Husna Ali, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Prodi DIV Kebidanan, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

https://scholar.google.co.id/citations?user=5YnKtH4AAAAJ&hl=id

Dwi Nur Octaviani Katili, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Prodi DIV Kebidanan, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

https://scholar.google.co.id

Siskawati Umar, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Prodi DIV Kebidanan, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

How to Cite
Husna Ali, R. N. H., Katili, D. N. O., & Umar, S. (2020). Jenis Persalinan terhadap Kejadian Post Partum Blues di RSUD Dr. MM. Dunda Limboto . Jurnal Keperawatan Profesional, 1(1), 38-43. https://doi.org/10.36590/kepo.v1i1.87
References
  1. Amperaningsih Y, Siwi PN. 2018. Stres pasca trauma pada ibu post partum dengan sectio caesarea emergency dan partus spontan. Jurnal Keperawatan. XIV(1): 72-79.
  2. Anung. 2015. Kesehatan dalam kerangka sustainable development goals (SDGs). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  3. Dahro, 2012.Asuhan Kebidanan Masa Nifas, Jakarta: Pustaka Pelajar.
  4. Dinkes Gorontalo. 2016. Profil Kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2016. Gorontalo: Dinkes Gorontalo.
  5. Ernawati. 2020. faktor yang berhubungan dengan kejadian post partum blues pada ibu nifas di Ruang Nuri Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Jurnal Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar. 11(1): 25-30.
  6. Fitriana LA, Nurbaeti S. 2016. Gambaran kejadian postpartum blues pada ibu nifas berdasarkan karakteristik di Rumah Sakit Umum Tingkat IV Sariningsih Kota Bandung. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia. 2(1): 44-51.
  7. Kemenkes RI [Kementrian Kesehatan RI]. 2017. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta: Kemenkes.
  8. Kurniasari D, Astuti YA. 2015. Hubungan antara karakteristik ibu, kondisi bayi dan dukungan sosial suami dengan post partum blues pada ibu dengan persalinan SC di Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro Tahun 2014. Jurnal Kesehatan Holistik. 9(3): 115-125.
  9. Machmudah, Setyowati, Rahmah H, Imami Nur Rachmawati. 2012. Persalinan komplikasi dan kemungkinan terjadinya post partum blues. [Artikel]. Seminar Hasil-Hasil Penelitian-LPPM UNIMUS 2012.
  10. Miyansaski AU, Misrawati, Sabrian F. 2014. Perbandingan kejadian post partum blues pada ibu post partum dengan persalinan normal dan sectio caesarea. Jom Psik. 1(2): 1-9.
  11. Oktaputrining D, C Susandi, Suroso S. 2017. Post Partum Blues: Pentingnya Dukungan Sosial Dan Kepuasan Pernikahan Pada Ibu Primipara. Psikodimensia. 16(2) : 153-157.
  12. Prapti Ririn HE. 2015. Kertas kajian SRHR dan Agenda 2030. Jakarta Selatan : WPF Indonesia.