Main Article Content

Abstract

Anak yang menderita gangguan pada sistem pernapasan seringkali mengalami kelebihan produksi lendir di paru-parunya. Berdasarkan prevalensi tubercolosis sekitar 10 juta, sedangkan di Indonesia 0,42%. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (2007) di Sulawesi Selatan jumlah suspek sebanyak 41.092 orang dan kasus BTA+ sebanyak 6.902. Salah satu tindakan keperawatan yang efektif dapat mengeluarkan dahak pada anak yang mengalami jalan napas tidak efektif adalah fisioterapi dada. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penerapan fisioterapi dada untuk mengeluarkan dahak pada anak yang  mengalami jalan napas tidak efektif.  Proses pencarian dan seleksi artikel dalam literature review ini menggunakan bukti kuantitatif dalam database elektronik Pubmed, dan Google Scholar dengan melakukan review terhadap 4 artikel yang memiliki full text dari abstrak, tujuan, metode, dan hasil penelitian paling sesuai dengan tujuan literature. Penerapan fisioterapi dada terbukti efektif untuk mengeluarkan dahak pada anak yang mengalami jalan napas tidak efektif.  Untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan jumlah dari responden agar lebih efektif untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dada terhadap pengeluaran sputum pada anak dan disarankan peneliti selanjutnya dapat menyempurnakan penelitian ini dengan menggunakan 2 kelompok yaitu kelompok kontrol.


 

Keywords

Jalan Napas Tidak Efektif Fisioterapi Dada Anak

Article Details

Author Biographies

Putri Cahya Mutiara Mas Hanafi, Akademi Keperawatan Makassar

Prodi DIII Keperawatan, Akademi Keperawatan Makassar

Andi Arniyanti, Akademi Keperawatan Makassar

Prodi DIII Keperawatan,  Akademi Keperawatan Makassar

How to Cite
Hanafi, P. C. M. M., & Arniyanti, A. (2020). Penerapan Fisioterapi Dada untuk Mengeluarkan Dahak pada Anak Yang Mengalami Jalan Napas Tidak Efektif. Jurnal Keperawatan Profesional, 1(1), 44-50. https://doi.org/10.36590/kepo.v1i1.84
References
  1. Andrade LZC, Silva VM, Lopes Mv De O, Chaves Dbr, Távora Rc De O. 2014. Ineffective airway clearance: prevalence and spectrum of its clinical indicators. Acta Paulista De Enfermagem. 27(4): 319–325.
  2. Aryayuni C, Siregar T. 2019. Pengaruh fisioterapi dada terhadap pengeluaran sputum pada anak dengan penyakit gangguan pernafasaan di poli anak rsud kota depok. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia. 2(2): 34–42.
  3. Chania H, Andhini D, Jaji. 2020. Pengaruh teknik perkusi dan vibrasi terhadap pengeluaransputum pada balita dengan ispa di Puskesmas Indralaya. Proceeding Seminar Nasional Keperawatan. 6(1):25-30.
  4. Daya, Sukraeny N. 2020. Fisioterapi dada dan steem inhaler aromatheraphy dalam mempertahankan kepatenan jalan nafas pasien penyakit paru obstruktif kronis. Ners Muda. 1(2): 100.
  5. Faisal AM, Najihah. 2019. Clapping dan vibration meningkatkan bersihan jalan napas pada Pasien ISPA Andi. Jurnal Penelitian Kesehatan “Suara Forikes”. 11(1): 77.
  6. Figuils RM, Garriga GM, Rugeles GC, Perrotta C, Vilaró J. 2016. Chest physiotherapy for acute bronchiolitis in paediatric patients between 0 and 24 months old (review). Cochrane Database Syst Rev. 2: 1–48.
  7. GSS C, DA F, TA S, PAMS N, GAF F, KMPP M. 2019. Chest physiotherapy for pneumonia in children (Review). Nurseslabs. 3.
  8. Kasanah WN, Kristiyawati SP, Supriyadi. 2015. Efektifitas batuk efektif dan fisioterapi dada pagi dan siang hari terhadap pengeluaran sputum pasien asma bronkial di rs paru Dr. Ario Wirawan Salatiga. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan (JIKK). 4(2): 1–7.
  9. M Yang, Y Yan, X Yin. 2013. Chest physiotherapy for pneumonia in adults. Cochrane Database Syst Rev. 2: 1–52.
  10. Maidartati. 2014. Pengaruh fisioterapi dada terhadap bersihan jalan nafas pada anak usia 1-5 tahun yang mengalami gangguan bersihan jalan nafas di Puskesmas Moch. Ramdhan Bandung. Jurnal Keperawatan BSI. 11(1): 9–16.
  11. Ningrum HW, Widyastuti Y, Enikmawati A. 2019. Penerapan fisioterapi dada terhadap ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada pasien bronkitis usia pra sekolah. Profesi (Profesional Islam) Media Publikasi Penelitian. 1–8.
  12. Nurarif AH, Kusuma H. 2015. Aplikasi asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa medis NANDA NIC-NOC (jilid 2). Mediaction Jogja.
  13. Pawidya N. 2019. Pengelolaan ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada tn. t dengan asma bronkial di Rsud Ungaran.[Artikel Ilmiah].
  14. Prasetyo YB, Ariani TA, Yatayukti RR. 2017. Efektifitas fisioterapi dada terhadap penurunan gejala faringitis pada penambang belerang di Kawah Ijen Banyuwangi. [Artikel Ilmiah].
  15. Purnamiasih DPK. 2020. Pengaruh fisioterapi dada terhadap perbaikan klinis pada anak dengan pneumonia. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia. 5(10): 1053–1064.
  16. Sanghati, Nurhani S. 2020. Pengaruh fisioterapi dada terhadap pengeluaran sekret pada pasien penyakit paru obstruktif kronik di balai besar kesehatan paru masyarakat makassar. Jurnal Mitrasehat. X(1): 27-38.
  17. Sari DP. 2016. Upaya mempertahankan kebersihan jalan napas dengan fisioterapi dada pada anak pneumonia. Electronic Theses And Dissertations Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  18. Suhanda P, Rusmana M. 2014. Efektifitas fisioterapi dada dan batuk efektif pasca nebulasi terhadap bersihan jalan nafas pada pasien tb paru di Rsu Tangerang.
  19. Tahir R, amalia D, Muhsina S. 2019. Fisioterapi dada dan batuk efektif sebagai penatalaksanaan ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada pasien TB Paru di RSUD Kota Kendari. Health Information: Jurnal Penelitian. 11(1): 20–26.
  20. Wayne G. 2019. Ineffective Breathing Pattern. Nurseslabs. 3.
  21. Yanwar N. 2016. Gambaran pengetahuan perawat tentang fisioterapi dada di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2016. eJournal Mucis. 3345–3356.