Main Article Content

Abstract

ASI sangat penting bagi pertumbuhan bayi. Pemberian ASI di Indonesia mengalami penurunan, masyarakat cenderung memilih PASI dbandingkan dengan ASI eksklusif dengan alasan bayi lebih cerdas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara pemberian ASI eksklusif dan PASI dengan tumbuh kembang anak usia 0-12 bulan. Penelitian ini menggunakan study komparatif dengan uji Mann Whitney Test. Tingkat perkembangan anak ditentukan dengan menggunakan lembar tes DDST. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pertumbuhan (p value=0,007) dan perkembangan (p value= 0,006) anak usia 0-12 bulan.  Pemberian ASI Eksklusif pada anak usia 0-12 bulan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak jika dibandingkan dengan anak yang mendapat tambahan susu formula (PASI), ini di sebabkan karena kandungan dari ASI lebih kompleks dibanding susu formula.

Keywords

ASI Eksklusif Pengganti ASI Anak

Article Details

Author Biographies

Sartika Lukman, Akper Yapenas 21 Maros

Prodi DIII Keperawatan, Akper Yapenas 21 Maros

Sri Wahyuningsih, Akper Yapenas 21 Maros

Prodi DIII Keperawatan, Akper Yapenas 21 Maros

Rahmawati, Akper Yapenas 21 Maros

Prodi DIII Keperawatan, Akper Yapenas 21 Maros

https://scholar.google.com

Sakriawati M, Akper Yapenas 21 Maros

Prodi DIII Keperawatan, Akper Yapenas 21 Maros

https://scholar.google.com

How to Cite
Lukman, S., Wahyuningsih, S., Rahmawati, R., & M, S. (2020). Perbedaan Pemberian ASI Eksklusif dengan PASI terhadap Tumbuh Kembang pada Anak Usia 0-12 Bulan . Jurnal Keperawatan Profesional, 1(1), 19-27. https://doi.org/10.36590/kepo.v1i1.80
References
  1. Al-Rahmad AH, Fadillah I. 2016. Perkembangan psikomotorik bayi 6-9 bulan berdasarkan pemberian ASI Eksklusif. AcTion: Aceh Nutrition Journal. 1(2):99.
  2. Atika N, R Susanti, and H Setyowati. 2014. Perbedaan pemberian ASI Eksklusif dan Susu Formula terhadap status gizi bayi umur 7-12 bulan di Desa Reksosari Kec. Suruh Kab. Semarang. [Artikel Penelitian].
  3. Cahyani E, RS Hardiani, R Purwandari. 2016. Perbedaan tingkat perkembangan batita dengan riwayat ASI Eksklusif dan Non Eksklusif di Kelurahan Wirolegi Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. E-Jurnal Pustaka Kesehatan. 4(3):613-619.
  4. Conita DA. 2014. Perbedaan pertumbuhan bayi usia 3-6 bulan yang diberi ASI Eksklusif dan yang tidak diberi ASI Eksklusif di Puskesmas Gang Sehat Kecamatan Pontianak Selatan. [Naskah Publikasi].
  5. Damayanti DF. 2015. Tumbuh kembang bayi 0-6 bulan menurut status ASI di Puskesmas Telaga Biru Pontianak. Jurnal Vokasi Kesehatan. 1(3):75-79.
  6. Andriany E, Aripin Ahmad CY. 2013. Perbedaan pertumbuhan berat badan bayi Asi Ekslusif dan Non Ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Idea Nursing Journal. 4(2):47-52.
  7. Elsira N. 2019. Perbedaan kenaikan berat badan pada bayi dengan pemberian Asi Eksklusif dan Asi Parsial di Puskesmas Kalidoni Palembang. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. 9(18):60–68.
  8. Enamberea RR, MD Kurniasari, Dary, KP Putra. 2020. Pemberian Asi Eksklusif, Susu Formula dan kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia 6-11 bulan di Puskesmas Cebongan Salatiga. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. 11(1):13-26.
  9. Kemenkes RI. 2012. Survei kesehatan dasar Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.
  10. Kemenkes RI 2018. Info DATIN (Pusat Data Dan Informasi Kementrian RI). Kementerian Kesehatan RI.:1-7.
  11. Nasar S.S, S. Djoko, S. B. Hartati, YEB. 2015. Penuntun diet anak. Jakarta: Badan Penerbit FK UI.
  12. Norma A, I Machfoedz, O Maharani. 2016. Kenaikan berat badan pada bayi yang mendapat ASI Eksklusif dengan ASI Parsial di Puskesmas Jetis Kota. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia. 3(2):91-95.
  13. Purwaningsih E, Lestari AP. 2012. Perbedaan perkembangan motorik bayi usia 0-6 bulan antara yang diberi ASI dengan yang diberi PASI di Desa Glagah Jatinom Klaten. Involusi Kebidanan. 2(4):1-10
  14. Puskesmas Camba. 2019. Laporan kegiatan Puskesmas Camba. Dinkes Maros.
  15. Rahmawati MD. 2010. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian asi. faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Ekslusif pada Ibu Menyusui. Jurnal KesMaDaSka, 1(1):8-17.
  16. Sakinah N, Andayan NLN, Dinata IMK. 2018. Different grade of development of infants given exclusive and non exclusive breastfeeding in the working region Puskesmas Padang Karambia Payakumbuh Southern District. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia. 5(3):44-48.
  17. Sartono A, Utaminingrum H. 2012. Hubungan pengetahuan ibu, pendidikan ibu dan dukungan suami dengan praktek pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Telogosari Kota Semarang. Jurnal Gizi Universitas Muhhamadiyah Semarang. 1(1):1-9.
  18. Tyas BPE. 2013. Hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dan ASI Non Eksklusif dengan pertumbuhan berat badan bayi 0-6 bulan di Desa Giripurwo, Wonogiri. [Skripsi].
  19. Windiyati W, Arismawati S. 2018. Evaluasi antara pemberian ASI secara eksklusif dan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan dengan percepatan pertumbuhan gigi pertama kali pada bayi usia 6-12 bulan di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota Tahun 2017. Jurnal Kebidanan. 7(2):70-76.
  20. Locitasari Y. 2015. Perbedaan pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan yang diberi ASI Eksklusif dengan yang diberi susu formula di Kecamatan Ngawi. [Skripsi].
  21. Yenie H, Amatiria G. 2015. Studi komparatif pemberian ASI Ekslusif dan Pemberian PASI terhadap pertambahan berat dan panjang badan pada bayi umur 6 bulan. Jurnal Keperawatan, XI(2):335-343.