Main Article Content

Abstract

Ampas kelapa merupakan hasil samping pembuatan santan. Proses pembuatan ampas kelapa tidak banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat proksimat (air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan total serat) dari hasil uji organoleptik. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap untuk mengetahui kualitas tepung ampas kelapa terbaik yang mengandung nilai gizi. Formula T57 adalah formula terpilih dari uji organoleptik dengan kadar air 5,70 %, lemak 7,30 %, protein 4.91%, kadar abu 0,34%, serat 2,37 % dan karbohidrat 81,75 %. Perlu dilakukan lagi uji daya simpan terhadap formula terpilih.

Keywords

identifikasi tepung kelapa proksimat

Article Details

Author Biographies

Rousmaliana, Universitas Binawan

Program Studi Gizi, Universitas Binawan

 

Septiani, Universitas Binawan

Program Studi Gizi, Universitas Binawan

https://scholar.google.com

How to Cite
Rousmaliana, R., & Septiani, S. (2019). Identifikasi Tepung Ampas Kelapa Terhadap Kadar Proksimat Menggunakan Metode Pengeringan Oven. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(1), 18-31. https://doi.org/10.36590/jika.v1i1.8
References
  1. Direktorat Jenderal Perkebunan. 2017. Statistik Perkebunan Indonesia. Jakarta: Kementerian Pertanian.
  2. Engelen A. 2018. Analisis kekerasan, kadar air, warna dan sifat sensori pada pembuatan keripik daun kelor. Gorontalo: Politeknik Gorontalo.
  3. Erni N, Kadirman, Ratnawaty F. 2018. Pengaruh suhu dan penegringan terhadap sifat kimia dan organoleptik tepung umbi talas (Colocasia esculenta). Jurnal pendidikan teknologi pertanian. 4: 95-105.
  4. Hardinsyah, Riyadi H, Napitupulu V. 2016. Kecukupan energi, protein, lemak dan karbohidrat. Bogor: IPB.
  5. Hasan I. 2018. Pengaruh perbandingan tepung ampas kelapa dengan tepung terigu terhadap mutu brownies. Gorontalo: Universitas Gorontalo.
  6. Leviana W, Vita P. 2017. Pengaruh suhu terhadap kadar air dan aktivitas air dalam bahan pada kunyit (Curcuma longa) dengan alat pengering electrical oven. Semarang: Universitas Diponegoro.
  7. Mukti KRS, Ninna R, Sulistiyani S. 2018. Analisis kandungan karbohidrat, glukosa, dan uji daya terima pada nasi panggang, dan nasi biasa. Jember: Universitas Jember.
  8. Permadi MR., Huda O, Khafidurahman, Agustianto. 2018. Perancangan sistem uji sensoris makanan dengan pengujian peference test (Hedonik dan mutu hedonik), studi kasus roti tawar, menggunakan algoritma radial basis function network. Jember: Politeknik Negeri Jember. Jurnal mikrotik. 8(1).
  9. Putri MF. 2014. Kandungan gizi dan sifat fisik tepung ampas kelapa sebagai bahan pangan sumber serat. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Teknobuga. 1(1).
  10. Rusilanti dan Clara MR. 2007. Sehat dengan makanan berserat. Jakarta: PT Agromedia Pustaka.
  11. Serlahwaty D, Syarmalina, Novita S 2015. Analisis kandungan lemak dan protein terhadap kualitas soyghurt dengan penambahan susu skim. Jakarta: Universitas Pancasila.
  12. Subagio A. 2010. Potensi daging buah kelapa sebagai bahan baku pangan bernilai. Jawa Timur: Universitas Jember.
  13. Sudarmadji S, Suhardi. 1996. Analisis bahan makanan dan pertanian. Yogyakarta: Liberty
  14. Susilo A, Djalal R, Firman J, Mulia WA 2019. Dasar teknologi hasil ternak. Malang: UB Press.
  15. Wardani, Niga E, I Made, Sugitha, I Desak, Putu KP. 2017. Pemanfaatan ampas kelapa sebagai bahan pangan sumber serat dalam pembuatan cookies ubi jalar ungu. Jurnal ilmu dan teknologi pangan. 5:162-170.
  16. Waysima A, Dede R. 2010. Evaluasi sensori (Cetakan ke-5). Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.
  17. Winarno FG. 2004. Kimia pangan dan gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  18. Yulvianti M., Widya E, Tarsono, M Alfian R. 2015. Pemanfaatan ampas kelapa sebagai bahan baku tepung kelapa tinggi serat dengan metode freeze drying. Cilegon: Universitas Sultan Agung Tirtayasa. Jurnal intergrasi proses. 101-107.