Main Article Content

Abstract

In Indonesia, anemia in adolescents increased from 37.1% in 2013 to 48.9% in 2018, with the proportion of anemia in the age group 15-24 years and 25-34 years. Female adolescents who have anemia will be at risk of anemia during pregnancy, at risk of giving birth to LBW, and stunting. This study was to evaluate an iron tablet supplementation program for female adolescents in Pasar Rebo Health Care. This study was evaluation research that used the qualitative method with purposive sampling in January - February 2020. A qualitative study was conducted by in-depth interviews with nutritionists, health teachers, school administrators, and female adolescents. Data were analyzed by content analysis, included input, process, and output. Quantitative data were also collected which is hemoglobin and iron tablet compliance. At the input stage, there were discrepancies in the facilities and infrastructure. At the process, stage nonconformities occur in distribution, monitoring, recording, and reporting. At the output, stage nonconformities occur in target accuracy, time, and distribution. There were still incompatibilities in its implementation in Pasar Rebo Health Care.

Keywords

anemia program evaluation female adolescent

Article Details

Author Biographies

Mira Krisma Yudina, Universitas Binawan

Program Studi Gizi, Universitas Binawan

Adhila Fayasari, Universitas Binawan

Program Studi Gizi, Universitas Binawan

https://scholar.google.co.id

How to Cite
Yudina, M. K., & Fayasari, A. (2020). Evaluation of Iron Tablet Supplementation Program of Female Adolescent in East Jakarta. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 2(3), 147-158. https://doi.org/10.36590/jika.v2i3.56
References
  1. Alita R, Ahyanti M. 2013. Keberhasilan program pemberian makanan tambahan pemulihan untuk balita di Kota Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan Poltekkes Tanjung Karang. 4(1): 297:304.
  2. Arisman M. 2014. Buku ajar ilmu gizi dalam daur kehidupan edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
  3. Breymann C. 2015. Iron deficiency in pregnancy. Semin Hematol. 52(4):339–347.
  4. Fatmawati A, Subagja CA. 2020. Analisis faktor kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi pada remaja putri. Jurnal Keperawatan. 12(3):363–370.
  5. Fitriana F, Pramardika DD. 2019. Evaluasi program tablet tambah darah pada remaja putri. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia. 2(3): 200-207.
  6. Handayani D, Rumiyati E. 2014. Faktor-Faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan ibu multigravida dalam mengonsumsi tablet Fe di Puskesmas Polanharjo, Klaten. Jurnal Kesmasdaska, 5(1):50-54.
  7. Hasanah N. 2018. Evaluasi pelaksanaan program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Kulisusu Kabupaten Buton Utara Tahun 2018. [Skripsi]. Poltekkes Kemenkes Kendari.
  8. Istianah I, Hartriyanti Y, Siswani T. 2010. Evaluasi pelaksanaan program makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) di Puskesmas Kelurahan Kayumanis Jakarta Timur. Jurnal Implus-Universitas Binawan, 1(2):61-65.
  9. Kementerian Kesehatan. 2007. Laporan Riskesdas. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.
  10. Kementerian Kesehatan. 2013. Laporan Riskesdas. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.
  11. Kementerian Kesehatan. 2016. Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur (WUS). Jakarta.
  12. Kementerian Kesehatan. 2017. Profil penyakit tidak menular tahun 2016. Jakarta.
  13. Kementerian Kesehatan. 2018. Laporan Riskesdas. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
  14. Kementerian Kesehatan RI. 2016. Direktorat gizi masyarakat pedoman pencegahan dan penanggulanngan anemia pada remaja putri dan WUS. Jakarta.
  15. Permatasari T, Briawan D, Madanijah S. 2018. Efektifitas Program suplementasi zat besi pada remaja putri di Kota Bogor. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 14(1):1–8.
  16. Rahmiati BF, Briawan D, Madanijah S. 2018. Studi kualitatif tentang faktor dan strategi perbaikan program suplementasi besi ibu hamil dengan kasus di Kabupaten Tasikmalaya. Media Gizi Mikro Indonesia. 9(2):113–22.
  17. Puskesmas Pasar Rebo. 2019. Laporan Puskesmas Pasar Rebo tahun 2018. Jakarta.
  18. Ruqoiyah S. 2019. Hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas XI di SMA Negeri 1 Sentolo Kulon Progo tahun 2019. [Skripsi]. Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
  19. Saban S, Suryaningsih EK, Utami F. 2017. Efektifitas media video dan leaflet terhadap pengetahuan tentang anemia siswi SMA N 2 Ngaglik Sleman. [Skripsi]. Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
  20. Triprasetya AS, Laksono Trisnantoro NLPE. 2014. Analisis kesiapan penerapan kebijakan badan layanan umum daerah (blud) puskesmas di Kabupaten Kulon Progo (Studi kasus di puskesmas Wates dan puskesmas Girimulyo II Kabupaten Kulon Progo) an analysis on the readiness to apply local public service agen. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 3(3):124–137.
  21. WHO. 2013. Global action plan for the prevention and control of noncommunicable diseases 2013-2020.
  22. Wijayanti Y. 2011. Faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri siswa SMK An Nuroniyah Kemadu Kec. Sulang Kab. Rembang Tahun 2011. [Tesis]. Universitas Negeri Semarang.