Main Article Content

Abstract

Hypertension is still a public health problem, including in the coastal areas. Socio demographic dan unbalanced food consumptions in coastal communities becomes determinant of hypertension. The purpose of this study is to find out hypertension’s determinant in coastal communities based on socio demographic and food consumption. This research uses a descriptive-analytic method with cross-sectional study in December 2019 with a sample of 90 people using the chi-square test. The results showed a significant relationship between food consumption patterns (p = 0.009; POR = 3.780), educational status (p = 0.001; POR = 5.350), age (p = 0,000; POR = 9,000) The conclusion of the study is that there is a significant relationship between food consumption patterns, educational status and age of hypertension in the coastal areas of Percut Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Suggestions for health workers to be able to increase efforts to promote health on an ongoing basis, especially for patients with hypertension.

Keywords

hypertension risk factors food

Article Details

Author Biographies

Nofi Susanti , UIN Sumatera Utara

Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara

https://scholar.google.com

Putra Apriadi Siregar, UIN Sumatera Utara

Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara

https://scholar.google.co.id

Reinpal Falefi, UIN Sumatera Utara

Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara

https://scholar.google.co.id

How to Cite
Susanti, N., Siregar, P. A., & Falefi, R. (2020). Hypertension’s Determinant in Coastal Communities Based on Socio Demographic and Food Consumption. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 2(1), 43-52. https://doi.org/10.36590/jika.v2i1.52
References
  1. Adam L. 2019. Determinan hipertensi pada lanjut usia. Jambura Health and Sport Journal. 1(2).
  2. Arif, Rusnoto, Hartinah. 2013. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Pusling Desa Klumpit UPT Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus. JIKK. 2(4), pp. 18–34.
  3. Azhari H. 2017. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Makrayu ke Barat II Palembang. Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan. 2(1). 1–24.
  4. BPS [Badan Pusat Statistik]. 2010. Kabupaten Deli Serdang, Kecamatan Percut Sei Tuan dalam tahun 2010. Deli Serdang.
  5. Depkes [Departemen Kesehatan RI]. 2019 Hipertensi Penyakit Paling Banyak Diidap Masyarakat.
  6. Dharmawati IGAA, Wirata IN. 2016. Hubungan tingkat pendidikan, umur, dan masa kerja dengan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada guru penjaskes sd di Kecamatan Tampak Siring Gianyar. Jurnal Kesehatan Gigi. 4(1).
  7. Fadhilah FH., Widjanarko B, Shaluhiyah Z. (2018. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan pada anak gizi lebih di Sekolah Menengah Pertama wilayah kerja Puskesmas Poncol Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 6(1): 734–744.
  8. Fitrianto H, Azmi S, Kadri H. 2014. Penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi esensial di Poliklinik Ginjal Hipertensi RSUP DR. M. Djamil tahun 2011. Jurnal Kesehatan Andalas. 3(1).
  9. Hermina and Prihatini, S. (2016) Fruits and vegetables consumption of indonesian population in the context of balanced nutrition: a further analysis of individual food consumption survey (SKMl) 2014. Buletin Penelitian Kesehatan. 44(3): 205–218.
  10. Kemenkes [Kementrian Kesehatan] RI. 2014. Data Propinsi Sumatera Utara Riset Kesehatan Dasar Balitbangkes. Jakarta.
  11. Kemenkes [Kementrian Kesehatan] RI. 2018. Manajemen Program Pencegahan dan Pengendalian dan Perhitungan Pencapaian SPM Hipertensi. Jakarta.
  12. Khomsan A. 2006. Studi Tentang pengetahuan gizi ibu dan kebiasaan makan pada rumah tangga di Daerah Dataran Tinggi Dan Pantai. Jurnal Gizi dan Pangan. 1(1): 23-28.
  13. Krismiyati. 2017. Pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri Inpres Angkasa Biak. Office. 3(1),:43–50.
  14. Muttaqin A. 2009. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular dan hematologi. Jakarta: Salemba Medika.
  15. Nazamuddin. 2013. Kontribusi pendidikan terhadap pembangunan ekonomi: Kasus Provinsi Aceh. Jurnal Pencerahan. 2(2): 86–97.
  16. Noor NN. 2006. Pengantar epidemiologi penyakit menular. Jakarta: Rineka Cipta.
  17. Oktaviarini E. Hadisaputro S, Ari Suwando, Henry Setyawan. 2019. Faktor yang berisiko terhadap hipertensi pada pegawai di wilayah Perimeter Pelabuhan (Studi di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang). Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 4(1): 35–44.
  18. Purwati W. 2013. Tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut guru penjaskes SD di Kecamatan Rendang Tahun 2013. unw. 1(1).
  19. Raihan L, Ari E. 2014. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi primer pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Pesisir. JOM PSIK. 1(2).
  20. Rusliafa J, Amiruddin R, Noer BN. 2014. Komparatif kejadian hipertensi pada wilayah pesisir pantai dan pegunungan di Kota Kendari Tahun 2014. [Artikel Ilmiah]. Makassar.
  21. Sartik R, Tjekyan S, Zulkarnain M. 2017. Faktor – faktor risiko dan angka kejadian hipertensi pada penduduk Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 8(3): 180–191.
  22. Sekti RM, Fayasari A. 2019. Edukasi gizi dengan media audiovisual terhadap pola konsumsi sayur buah pada remaja SMP di Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA). 1(2):77–88.
  23. Sinuraya RK, Bryan J Siagian, Adit Taufik, Dika P. Destiani, Irma M Puspitasari, Keri Lestari, Ajeng Diantini. 2017. Pengukuran tingkat pengetahuan tentang hipertensi pada pasien hipertensi di Kota Bandung: Sebuah Studi Pendahuluan. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia. 6(4): 290–297
  24. Wahyuni. 2019. Hubungan tingkat pendidikan dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi di Kelurahan Jagalan di wilayah kerja Puskesmas Pucangsawit Surakarta. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI). 1(1).
  25. WHO. 2012. Non comunnicable disease in Indonesia: A profile New Delhi. Geneva.
  26. WHO. 2019. Hypertension. Geneva.

Most read articles by the same author(s)